What is Humanism?

11:49 AM

Apakah humanitas itu? Beberapa waktu belakangan ini aku selalu mencoba memikirkan hal tersebut? Apakah memanusiakan manusia? Pertanyaan itu sesungguhnya muncul ketika aku mengikuti camp humanis yang merupakan acara tahunan wajib di kantorku. Well, sesungguhnya aku pun belum benar-benar memahaminya. 

Posting ini hanyalah sekadar pengingatku terhadap sebuah tulisan yang sangat menarik untukku. Aku hanya ingin menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia agar jika suatu hari aku membutuhkannya lagi, aku bisa membacanya. Ini adalah sebuah pesan yang ditulis oleh seorang dekan universitas di Seoul, Prof. Chang Chae-Song dalam pengantarnya tentang jurusan Humaniora di SNU(Seoul National University).  Tanpa banyak basa-basi lagi, aku lanjut ke terjemahan pesan itu saja. :)  

NB: It might not 100% right because I'm not a qualified translator, I only translated what I understand about the message. :)


Humaniora adalah posisi di mana kehidupan, seorang manusia dan cinta menjadi satu. Apakah artinya menjadi manusia? Bagaimana kita seharusnya hidup? Dari benih kehidupan menjadi manusia yang dalam proses hidup bertemu dengan sesama dan membentuk kasih. Permulaan dari "aku," asal dari pemikiran humanis, dan berubah "kami" menjadi sebuah pemahaman, toleransi, dan cinta kepada "sesama" adalah hal yang saya percayai sebagai prinsip dalam penyelidikan akademis terhadap kemanusiaan itu, humaniora. 

Dengan demikian, humaniora adalah ekplorasi tanpa henti terhadap makna eksistensi manusia dan kehidupan. Kepada pertanyaan abadi kita ini, era yang berbeda menemukan jawaban yang berbeda, tapi hanya ketika "diri" benar-benar menanggapi jawaban-jawaban tersebut melalui pemikiran humanis terhadap makna sesungguhnya dari setiap hal, jawaban datang kepada kita.

Jawaban-jawaban ini dan makna mereka yang sesungguhnya, bagaimanapun, harus dikomunikasikan di antara manusia untuk menunjukkan apa mereka sesungguhnya. Pertanyaan dari "apa nilai yang harus saya kejar dalam kehidupan?" tidak dapat dipisahkan dengan pertanyaan apa yang orang lain pikirkan tentang saya dan hidup seperti apa yang mereka hargai. Sambil kita berbicara dengan sesama, membagi pendapat dan membujuk satu sama lain, kita mulai memahami sudut pandang yang lebih besar dari masalah yang dihadapi oleh pemikiran humanis. Dan melalui kata-kata yang tertulis, kita melampaui kata-kata yang kita bagikan dalam zamannya dan mengalami kekaguman atas penemuan pemikiran terbesar dari segala usia dan daerah. 

-Selanjutnya tidak diterjemahkan. Tidak terlalu penting untuk posting-anku.-

Dan posting-an ini sebenarnya juga tidak penting. *lol*

You Might Also Like

0 comments

2016 Reading Challenge

2016 Reading Challenge
Deasy has read 2 books toward her goal of 30 books.
hide